Pernahkah terbesit pertanyaan tentang bagaimana modal usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat diakses dengan mudah? Atau mungkin, bagaimana program Kredit Usaha Rakyat (KUR) mampu menjadi tulang punggung perekonomian rakyat? Pertanyaan-pertanyaan ini sering muncul di benak para pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya, namun terkendala akses permodalan. Pemerintah, melalui berbagai skema KUR, terus berupaya memberikan solusi pembiayaan yang terjangkau dan inklusif.
Program KUR dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan investasi bagi UMKM yang seringkali kesulitan mendapatkan pinjaman dari perbankan konvensional. Dengan suku bunga yang disubsidi dan persyaratan yang lebih ringan, KUR menjadi angin segar bagi jutaan pelaku usaha di Indonesia. Memahami perbedaan antara jenis-jenis KUR yang ada, seperti KUR Mikro, KUR Kecil, dan KUR Super Mikro, menjadi krusial agar pelaku usaha dapat memilih skema yang paling sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan bisnisnya.
Pada tahun 2026, program KUR diperkirakan akan terus berevolusi, menyesuaikan dengan dinamika ekonomi dan kebutuhan UMKM yang semakin beragam. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui secara detail perbedaan masing-masing jenis KUR agar tidak salah langkah dalam mengajukan pembiayaan. Untuk penjelasan lengkap dan komprehensif mengenai perbedaan KUR Mikro, KUR Kecil, dan KUR Super Mikro di tahun 2026, simak penjelasan lengkap dari Unusida.id.
Memahami Esensi Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu program strategis pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan akses pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini diluncurkan pertama kali pada tahun 2007 dan terus mengalami penyempurnaan dari waktu ke waktu. Esensi utama KUR adalah memberikan pinjaman modal kerja dan investasi dengan suku bunga yang relatif rendah karena adanya subsidi dari pemerintah, sehingga meringankan beban pelaku UMKM.
Tujuan utama dari KUR tidak hanya sekadar memberikan pinjaman, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif. Dengan adanya akses permodalan yang mudah dan terjangkau, UMKM diharapkan dapat mengembangkan usahanya, menciptakan lapangan kerja baru, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. KUR juga berperan dalam mengurangi angka kemiskinan dan ketimpangan ekonomi antar daerah.
Penyaluran KUR dilakukan melalui lembaga keuangan bank dan non-bank yang ditunjuk pemerintah, seperti bank BUMN, bank swasta, dan lembaga keuangan mikro. Mekanisme ini memastikan bahwa dana KUR dapat menjangkau pelaku UMKM di berbagai pelosok negeri, bahkan yang berada di daerah terpencil sekalipun. Keberhasilan program KUR telah terbukti dari kontribusinya terhadap PDB nasional dan penyerapan tenaga kerja.
Pilar Utama Program KUR
Program KUR dibangun di atas beberapa pilar utama yang menjadikannya efektif dan berkelanjutan. Pilar pertama adalah subsidi bunga, yang memungkinkan UMKM mendapatkan pinjaman dengan suku bunga jauh di bawah suku bunga komersial. Subsidi ini menjadi daya tarik utama bagi pelaku usaha yang selama ini kesulitan mengakses pembiayaan karena tingginya suku bunga bank konvensional.
Pilar kedua adalah penjaminan kredit. Pemerintah, melalui lembaga penjaminan seperti Jamkrindo dan Askrindo, memberikan penjaminan atas kredit yang disalurkan. Hal ini mengurangi risiko bagi bank penyalur, sehingga mereka lebih berani dalam memberikan pinjaman kepada UMKM yang mungkin belum memiliki agunan memadai atau riwayat kredit yang panjang. Penjaminan ini menjadi jaring pengaman bagi kedua belah pihak.
Pilar ketiga adalah kemudahan persyaratan. Dibandingkan dengan pinjaman bank pada umumnya, KUR memiliki persyaratan yang lebih fleksibel dan tidak terlalu rumit. Ini dirancang untuk mengakomodasi karakteristik UMKM yang seringkali belum memiliki laporan keuangan lengkap atau jaminan aset yang besar. Kemudahan ini membuka pintu bagi lebih banyak pelaku usaha untuk mengakses modal.
Perbedaan Mendasar KUR Mikro, KUR Kecil, dan KUR Super Mikro 2026
Pada tahun 2026, perbedaan antara KUR Mikro, KUR Kecil, dan KUR Super Mikro akan tetap menjadi fokus utama bagi pelaku UMKM. Perbedaan ini terletak pada plafon pinjaman, target sasaran, dan beberapa ketentuan teknis lainnya yang disesuaikan dengan skala usaha. Memahami detail ini sangat penting agar pengajuan KUR dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Secara umum, ketiga jenis KUR ini ditujukan untuk UMKM, namun dengan segmentasi yang berbeda berdasarkan kapasitas dan kebutuhan modal. Pemerintah terus melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap skema KUR untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program. Penyesuaian ini juga mempertimbangkan kondisi ekonomi makro dan mikro yang terus berubah.
Tabel berikut menyajikan perbandingan komprehensif antara KUR Super Mikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil yang diproyeksikan berlaku pada tahun 2026, mencakup aspek-aspek kunci yang membedakan ketiganya. Data ini bersifat prediksi berdasarkan tren dan kebijakan yang ada, namun dapat berubah sesuai dengan keputusan pemerintah.
| Fitur | KUR Super Mikro | KUR Mikro | KUR Kecil |
|---|---|---|---|
| Plafon Pinjaman Maksimal | Rp 10 Juta | Rp 10 Juta – Rp 100 Juta | Rp 100 Juta – Rp 500 Juta |
| Target Debitur | Usaha ultra mikro, ibu rumah tangga, pekerja migran purna, usaha produktif baru | Usaha mikro produktif dan layak | Usaha kecil produktif dan layak |
| Suku Bunga Efektif per Tahun (Proyeksi 2026) | 3% | 6% (untuk pinjaman pertama) | 6% (untuk pinjaman pertama) |
| Jangka Waktu Maksimal | Modal Kerja: 3 Tahun; Investasi: 5 Tahun | Modal Kerja: 3 Tahun; Investasi: 5 Tahun | Modal Kerja: 4 Tahun; Investasi: 5 Tahun |
| Persyaratan Agunan Tambahan | Tidak diwajibkan | Tidak diwajibkan | Dapat diwajibkan (sesuai kebijakan bank) |
| Penyaluran | Lembaga Penyalur KUR dan Lembaga Keuangan Mikro/Koperasi | Lembaga Penyalur KUR | Lembaga Penyalur KUR |
| Catatan Penting | Fokus pada pemerataan dan inklusi keuangan | Mayoritas UMKM masuk kategori ini | Membutuhkan analisis kelayakan lebih mendalam |
KUR Super Mikro: Gerbang Inklusi Keuangan
KUR Super Mikro adalah skema KUR yang dirancang khusus untuk menjangkau segmen usaha ultra mikro dan masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan. Dengan plafon maksimal Rp 10 juta, jenis KUR ini menjadi solusi bagi pelaku usaha yang baru memulai atau memiliki skala usaha sangat kecil. Dilansir dari publikasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, KUR Super Mikro memiliki suku bunga yang lebih rendah, yaitu 3% per tahun, untuk lebih mendorong inklusi keuangan.
Target debitur KUR Super Mikro sangat spesifik, meliputi ibu rumah tangga produktif, pekerja migran Indonesia purna yang ingin berwirausaha, serta individu yang baru memulai usaha produktif. Persyaratan yang sangat ringan, termasuk tidak diwajibkannya agunan tambahan, membuat KUR ini sangat mudah diakses. Jangka waktu pinjaman pun cukup fleksibel, yakni 3 tahun untuk modal kerja dan 5 tahun untuk investasi.
Penyaluran KUR Super Mikro seringkali melibatkan lembaga keuangan mikro atau koperasi sebagai mitra bank penyalur. Pendekatan ini memungkinkan jangkauan yang lebih luas hingga ke komunitas-komunitas terkecil. Program ini tidak hanya menyediakan modal, tetapi juga seringkali disertai dengan pendampingan usaha, yang sangat penting bagi pelaku usaha ultra mikro untuk tumbuh dan berkembang.
KUR Mikro: Penopang Utama UMKM
KUR Mikro merupakan tulang punggung program KUR, menargetkan usaha mikro produktif dan layak dengan plafon pinjaman antara Rp 10 juta hingga Rp 100 juta. Ini adalah segmen terbesar dari pelaku UMKM di Indonesia, sehingga KUR Mikro menjadi sangat vital. Suku bunga yang berlaku untuk pinjaman pertama adalah 6% efektif per tahun, yang masih sangat kompetitif dibandingkan pinjaman komersial.
Persyaratan untuk KUR Mikro juga relatif mudah, dengan fokus pada kelayakan usaha dan riwayat kredit yang baik. Meskipun agunan tambahan tidak diwajibkan secara mutlak, bank penyalur mungkin meminta agunan berupa aset yang dibiayai atau agunan lain sesuai kebijakan internal mereka. Jangka waktu pinjaman sama dengan KUR Super Mikro, yaitu 3 tahun untuk modal kerja dan 5 tahun untuk investasi.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran KUR Mikro mendominasi total penyaluran KUR setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan betapa besar kebutuhan modal di segmen usaha mikro. Program ini membantu UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
KUR Kecil: Dorongan untuk Skala Usaha Lebih Besar
KUR Kecil dirancang untuk usaha kecil produktif dan layak yang membutuhkan modal lebih besar, dengan plafon pinjaman antara Rp 100 juta hingga Rp 500 juta. Skema ini ditujukan bagi UMKM yang sudah memiliki skala usaha lebih matang dan membutuhkan investasi atau modal kerja yang signifikan untuk ekspansi. Suku bunga yang ditawarkan juga 6% efektif per tahun untuk pinjaman pertama.
Berbeda dengan dua jenis KUR sebelumnya, untuk KUR Kecil, agunan tambahan dapat diwajibkan sesuai dengan kebijakan bank penyalur. Hal ini karena plafon pinjaman yang lebih besar membawa risiko yang lebih tinggi bagi bank. Namun, agunan yang diminta biasanya disesuaikan dengan kapasitas dan jenis usaha debitur. Jangka waktu pinjaman untuk modal kerja sedikit lebih panjang, yaitu 4 tahun, sementara untuk investasi tetap 5 tahun.
KUR Kecil memungkinkan UMKM untuk melakukan ekspansi besar, seperti pembelian mesin baru, pembangunan fasilitas produksi, atau pengembangan jaringan distribusi. Proses pengajuan KUR Kecil mungkin melibatkan analisis kelayakan yang lebih mendalam oleh bank, termasuk penilaian laporan keuangan dan proyeksi bisnis. Ini untuk memastikan bahwa pinjaman dapat dikelola dengan baik dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan usaha.
Persyaratan Umum dan Prosedur Pengajuan KUR 2026
Meskipun terdapat perbedaan mendasar antar jenis KUR, ada beberapa persyaratan umum dan prosedur pengajuan yang berlaku untuk semua skema KUR pada tahun 2026. Pemahaman yang baik mengenai hal ini akan mempermudah proses aplikasi dan meningkatkan peluang persetujuan. Setiap calon debitur diharapkan mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan dengan cermat.
Persyaratan umum ini mencakup aspek legalitas usaha, identitas diri, dan riwayat keuangan. Pemerintah dan bank penyalur terus berupaya menyederhanakan prosedur tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian. Tujuannya adalah agar KUR dapat diakses oleh sebanyak mungkin UMKM yang memenuhi kriteria.
Dokumen Penting yang Perlu Disiapkan
Untuk mengajukan KUR, calon debitur wajib menyiapkan beberapa dokumen penting. Dokumen-dokumen ini menjadi dasar bagi bank penyalur untuk melakukan verifikasi dan penilaian kelayakan. Kelengkapan dan keabsahan dokumen sangat mempengaruhi kecepatan proses pengajuan.
Berikut adalah daftar dokumen yang umumnya diperlukan:
- Identitas Diri: Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik suami dan istri (bagi yang sudah menikah), Kartu Keluarga (KK), dan Surat Nikah/Cerai (jika ada).
- Legalitas Usaha: Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) dari kelurahan/kecamatan, Surat Keterangan Usaha dari desa/kelurahan, Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi yang sudah terdaftar di OSS, atau surat izin usaha lainnya yang relevan.
- Dokumen Keuangan: Laporan keuangan sederhana (neraca dan laba rugi) jika ada, atau catatan transaksi usaha minimal 6 bulan terakhir. Untuk KUR Kecil, laporan keuangan yang lebih komprehensif mungkin diperlukan.
- Dokumen Pendukung Lainnya: Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi pinjaman di atas Rp 50 juta, surat keterangan domisili usaha, serta pas foto terbaru.
Langkah-Langkah Pengajuan KUR
Proses pengajuan KUR pada dasarnya memiliki beberapa tahapan standar yang perlu dilalui oleh calon debitur. Memahami langkah-langkah ini akan membantu calon debitur dalam mempersiapkan diri dan mempercepat proses.
Berikut adalah langkah-langkah umum pengajuan KUR:
- Survei dan Pemilihan Bank Penyalur: Calon debitur disarankan untuk melakukan survei ke beberapa bank penyalur KUR (misalnya Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BCA, dll.) untuk membandingkan penawaran dan persyaratan spesifik.
- Konsultasi dan Pengambilan Formulir: Datangi kantor cabang bank penyalur terdekat, konsultasikan jenis KUR yang sesuai, dan ambil formulir aplikasi pinjaman.
- Pengisian Formulir dan Kelengkapan Dokumen: Isi formulir aplikasi dengan lengkap dan jujur, serta lengkapi semua dokumen persyaratan yang diminta.
- Wawancara dan Survei Lokasi Usaha: Pihak bank akan melakukan wawancara untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai usaha calon debitur. Selanjutnya, bank akan melakukan survei ke lokasi usaha untuk memverifikasi data dan menilai kelayakan usaha.
- Analisis dan Persetujuan Kredit: Berdasarkan data yang terkumpul dari wawancara, survei, dan dokumen, bank akan melakukan analisis kredit. Jika disetujui, bank akan menginformasikan keputusan persetujuan.
- Penandatanganan Perjanjian Kredit: Setelah disetujui, calon debitur akan diminta untuk menandatangani perjanjian kredit. Pastikan untuk membaca dan memahami semua klausul dalam perjanjian tersebut.
- Pencairan Dana: Setelah perjanjian ditandatangani, dana KUR akan dicairkan ke rekening debitur.
Manfaat dan Tantangan Program KUR di Tahun 2026
Program KUR di tahun 2026 diharapkan akan terus memberikan manfaat besar bagi UMKM dan perekonomian nasional. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa program ini juga menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi. Memahami kedua sisi ini penting untuk mengoptimalkan dampak positif KUR.
Manfaat utama KUR adalah akses pembiayaan yang mudah dan murah, yang memungkinkan UMKM untuk tumbuh dan berkembang. Tantangannya meliputi penyaluran yang merata, mitigasi risiko kredit macet, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu bekerja sama untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program ini.
Manfaat Utama KUR bagi UMKM
Program KUR menawarkan sejumlah manfaat signifikan bagi pelaku UMKM. Manfaat ini tidak hanya terbatas pada aspek finansial, tetapi juga pada pengembangan kapasitas usaha.
Beberapa manfaat utama tersebut meliputi:
- Akses Permodalan Terjangkau: Suku bunga yang disubsidi membuat biaya pinjaman menjadi sangat rendah, sehingga UMKM dapat mengalokasikan lebih banyak keuntungan untuk pengembangan usaha.
- Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing: Dengan modal tambahan, UMKM dapat membeli bahan baku, meningkatkan kapasitas produksi, atau mengadopsi teknologi baru, yang pada akhirnya meningkatkan daya saing di pasar.
- Penciptaan Lapangan Kerja: Ekspansi usaha yang didukung KUR secara langsung berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja baru, baik bagi pemilik usaha maupun masyarakat sekitar.
- Inklusi Keuangan: KUR menjangkau segmen masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses layanan perbankan, sehingga mendorong inklusi keuangan dan mengurangi kesenjangan ekonomi.
- Pengembangan Usaha Berkelanjutan: Dengan dukungan modal dan pendampingan, UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan mandiri.
Tantangan dan Mitigasi Risiko
Meskipun memberikan banyak manfaat, program KUR juga menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi dan diatasi. Tantangan ini meliputi aspek operasional, risiko kredit, dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan bisnis.
Beberapa tantangan utama dan upaya mitigasinya:
- Risiko Kredit Macet: Meskipun ada penjaminan, risiko kredit macet tetap ada, terutama jika UMKM tidak mampu mengelola usahanya dengan baik. Mitigasi dilakukan melalui seleksi debitur yang ketat, pendampingan usaha, dan monitoring berkala.
- Penyaluran Tidak Merata: Kadang kala penyaluran KUR masih terkonsentrasi di daerah perkotaan atau wilayah yang mudah dijangkau. Upaya mitigasi termasuk memperluas jaringan bank penyalur hingga ke daerah terpencil dan melibatkan lembaga keuangan mikro.
- Literasi Keuangan UMKM: Banyak pelaku UMKM yang masih memiliki literasi keuangan rendah, sehingga kesulitan dalam mengelola pinjaman atau menyusun laporan keuangan. Pemerintah dan bank penyalur seringkali menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan.
- Adaptasi Teknologi: Di era digital, UMKM perlu beradaptasi dengan teknologi untuk pemasaran dan operasional. KUR dapat dimanfaatkan untuk investasi teknologi, dan program pendampingan juga dapat mencakup pelatihan digital.
- Perubahan Kebijakan: Kebijakan KUR dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi ekonomi. UMKM perlu terus memantau informasi terbaru dari pemerintah dan bank penyalur.
Waspada Penipuan dan Kontak Layanan Resmi KUR
Dalam mengakses program KUR, calon debitur perlu sangat berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mungkin terjadi. Penipuan seringkali mengatasnamakan lembaga resmi atau menawarkan kemudahan yang tidak masuk akal. Penting untuk selalu memverifikasi informasi dan hanya berinteraksi dengan pihak-pihak resmi.
Pemerintah dan bank penyalur tidak pernah meminta biaya di muka untuk proses pengajuan KUR, kecuali biaya administrasi resmi yang sangat kecil dan transparan. Jika ada pihak yang meminta sejumlah uang dengan janji percepatan proses atau jaminan persetujuan, patut dicurigai sebagai penipuan. Selalu pastikan Anda berurusan langsung dengan petugas bank di kantor cabang resmi.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program KUR, calon debitur dapat menghubungi layanan resmi bank penyalur atau lembaga pemerintah terkait. Jangan ragu untuk bertanya dan mengkonfirmasi setiap informasi yang diterima. Kehati-hatian adalah kunci untuk menghindari kerugian finansial akibat penipuan.
Cara Melaporkan Dugaan Penipuan
Jika Anda mencurigai adanya indikasi penipuan terkait KUR, segera laporkan ke pihak berwenang. Melaporkan penipuan tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga mencegah korban lain berjatuhan.
Langkah-langkah yang dapat diambil:
- Laporkan ke Bank Penyalur: Segera hubungi call center atau datangi kantor cabang bank penyalur yang dicatut namanya oleh pelaku penipuan.
- Laporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK): OJK memiliki layanan pengaduan konsumen terkait sektor jasa keuangan. Anda bisa menghubungi mereka melalui telepon atau situs web resmi.
- Laporkan ke Kepolisian: Jika penipuan sudah menyebabkan kerugian finansial atau melibatkan tindak pidana, segera laporkan ke pihak kepolisian terdekat.
Kontak Layanan Resmi KUR
Untuk informasi dan pengaduan resmi mengenai program KUR, Anda dapat menghubungi:
- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI: Sebagai koordinator program KUR, kementerian ini menyediakan informasi umum dan kebijakan terkait KUR. Kunjungi situs web resmi mereka untuk detail lebih lanjut.
- Bank Penyalur KUR: Setiap bank penyalur memiliki call center dan layanan pelanggan yang siap membantu. Contoh:
- Bank BRI: Call Center 14017 atau 1500017
- Bank Mandiri: Call Center 14000
- Bank BNI: Call Center 1500046
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK): Untuk pengaduan atau informasi terkait regulasi jasa keuangan. Call Center 157.
Kesimpulan dan Disclaimer
Memahami perbedaan antara KUR Super Mikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil di tahun 2026 adalah langkah fundamental bagi setiap pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya. Setiap jenis KUR dirancang dengan karakteristik dan tujuan yang spesifik, disesuaikan dengan skala dan kebutuhan modal usaha. Pemilihan jenis KUR yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis. Program KUR secara keseluruhan merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mendukung UMKM sebagai pilar ekonomi nasional.
Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa data dan ketentuan yang disajikan dalam artikel ini bersifat proyeksi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi. Pelaku UMKM disarankan untuk selalu memverifikasi informasi terbaru langsung dari bank penyalur atau lembaga resmi terkait sebelum mengajukan pinjaman. Dengan perencanaan yang matang dan pemahaman yang komprehensif, UMKM dapat memanfaatkan program KUR secara optimal untuk mencapai kesuksesan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa saja kriteria utama yang membedakan KUR Super Mikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil?
Perbedaan utama terletak pada plafon pinjaman maksimal. KUR Super Mikro maksimal Rp 10 juta, KUR Mikro antara Rp 10 juta hingga Rp 100 juta, dan KUR Kecil antara Rp 100 juta hingga Rp 500 juta. Selain itu, target debitur dan persyaratan agunan tambahan juga dapat berbeda.
Apakah suku bunga KUR akan tetap 3% dan 6% pada tahun 2026?
Suku bunga KUR disubsidi oleh pemerintah dan dapat berubah sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Proyeksi 3% untuk KUR Super Mikro dan 6% untuk KUR Mikro/Kecil pada pinjaman pertama adalah berdasarkan tren saat ini, namun bisa saja ada penyesuaian di tahun 2026. Selalu cek informasi terbaru dari bank penyalur.
Bisakah saya mengajukan lebih dari satu jenis KUR secara bersamaan?
Secara umum, debitur hanya dapat memiliki satu fasilitas KUR pada satu waktu. Jika sudah memiliki KUR Mikro, misalnya, tidak bisa mengajukan KUR Kecil di bank yang berbeda. Namun, ada skema peningkatan plafon atau pengajuan ulang setelah melunasi pinjaman sebelumnya.
Apakah semua UMKM bisa mengajukan KUR?
Tidak semua UMKM dapat mengajukan KUR. Ada beberapa kriteria kelayakan yang harus dipenuhi, seperti memiliki usaha produktif dan layak, tidak sedang menerima kredit komersial dari bank lain, serta memenuhi persyaratan administrasi yang ditetapkan oleh bank penyalur.
Bagaimana cara mengetahui bank mana yang menyalurkan KUR di daerah saya?
Hampir semua bank BUMN (BRI, Mandiri, BNI, BTN) adalah penyalur KUR. Beberapa bank swasta dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) juga menjadi penyalur. Anda bisa mencari informasi melalui situs web bank tersebut atau mendatangi kantor cabang terdekat.