Bunga tabungan bank konvensional saat ini rata-rata cuma 0,1–0,5% per tahun. Sementara itu, bank digital berlomba-lomba menawarkan bunga hingga 6–7% per tahun — bahkan ada yang lebih tinggi lewat produk deposito.
Selisih bunga sebesar 4–6% untuk dana Rp50 juta saja bisa menghasilkan perbedaan keuntungan hingga Rp2–3 juta per tahun. Angka yang jelas tidak bisa diabaikan, apalagi di tengah tekanan inflasi yang terus menggerus nilai uang.
Nah, pertanyaannya: dengan begitu banyak pilihan bank digital di 2026, mana yang benar-benar layak dipilih? Dan yang lebih penting — apakah semua bunga tinggi itu dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)?
Artikel ini membedah perbandingan bunga tabungan digital tertinggi 2026, meluruskan mitos soal jaminan LPS, dan memberikan strategi agar tabungan digital benar-benar menghasilkan cuan optimal.
Apa Itu Bank Digital dan Bedanya dengan Mobile Banking?
Satu hal yang masih sering tertukar: bank digital dan mobile banking itu bukan hal yang sama.
Bank digital adalah lembaga perbankan yang beroperasi sepenuhnya secara online — tanpa kantor cabang fisik. Semua layanan mulai dari pembukaan rekening, transfer, hingga penutupan akun dilakukan lewat aplikasi. Model bisnis tanpa cabang inilah yang memangkas biaya operasional secara signifikan, sehingga “penghematan” itu bisa dikembalikan kepada nasabah dalam bentuk bunga lebih tinggi.
Sementara mobile banking hanyalah fitur digital dari bank konvensional yang tetap punya kantor cabang fisik. Jadi, BCA Mobile atau Livin’ by Mandiri itu mobile banking — bukan bank digital.
Contoh bank digital murni yang beroperasi di Indonesia: SeaBank, Bank Jago, Bank Neo Commerce (BNC), Blu by BCA Digital, Jenius (BTPN), Allo Bank, Digibank by DBS, dan Motion Banking.
Semua bank digital ini sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta menjadi peserta penjaminan LPS — sama seperti bank konvensional.
Daftar Tabungan Digital dengan Bunga Tertinggi 2026
Persaingan bunga antar bank digital di 2026 memang sangat ketat. Berikut perbandingan bunga tabungan dan deposito dari beberapa bank digital populer yang sudah diawasi OJK.
Sebelum memilih, perhatikan bahwa sebagian bunga bersifat promosi dan bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan masing-masing bank.
| Bank Digital | Bunga Tabungan (p.a.) | Bunga Deposito (p.a.) | Biaya Admin | Ekosistem |
|---|---|---|---|---|
| SeaBank | Hingga 6% | Hingga 7,2% | Gratis | Shopee |
| Bank Neo Commerce (BNC) | 6–8% (promo) | Hingga 8% | Gratis | Akulaku |
| Bank Jago | 4–5% | Hingga 7% | Gratis | GoPay, Bibit |
| Blu by BCA Digital | 3–4% | Hingga 6,9% | Gratis | BCA, Blibli |
| Jenius (BTPN) | 4–5% | Hingga 6% (Maxi Saver) | Gratis | Visa Internasional |
| Allo Bank | 3,5–5% | Hingga 6,5% | Gratis | CT Corp, Transmart |
| Digibank by DBS | 3–4% | Hingga 6,8% | Gratis | DBS Group |
| Motion Banking | 3% | Hingga 7,5% | Gratis | MNC Group |
| Bank Saqu | 3–5% (Saku Booster) | Hingga 6% | Gratis | — |
Data bunga di atas berdasarkan informasi per awal 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan masing-masing bank. Selalu verifikasi langsung di aplikasi resmi sebelum membuka rekening.
Dari tabel di atas, SeaBank dan BNC terlihat paling agresif untuk bunga tabungan harian. Sementara untuk deposito, Motion Banking dan BNC menawarkan angka tertinggi.
Fakta vs Mitos: Bunga Tinggi Pasti Tidak Dijamin LPS?
Ini salah satu mitos paling banyak beredar — dan sayangnya, cukup menyesatkan.
Klaim yang sering muncul: “Bank digital kasih bunga tinggi karena nggak dijamin LPS.” Faktanya? Tidak sesederhana itu.
Berdasarkan ketentuan LPS, simpanan nasabah dijamin selama memenuhi tiga syarat utama:
- Tercatat dalam pembukuan bank
- Suku bunga tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) yang ditetapkan LPS
- Nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank
Jadi, yang menentukan apakah simpanan dijamin bukan soal “bank digital atau konvensional” — melainkan apakah bunga yang diterima masih di bawah batas TBP LPS.
Satu hal lagi yang perlu diluruskan: semua bank digital yang disebutkan dalam artikel ini sudah terdaftar sebagai peserta penjaminan LPS dan diawasi OJK. Status pengawasannya sama persis dengan bank konvensional besar.
Berapa Batas Bunga Penjaminan LPS di 2026?
Nah, ini data krusial yang wajib dipahami sebelum memilih tabungan digital.
Berdasarkan keputusan Rapat Dewan Komisioner LPS pada 19 Januari 2026, Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) yang berlaku mulai 1 Februari sampai 31 Mei 2026 adalah:
| Jenis Simpanan | TBP per Tahun |
|---|---|
| Simpanan Rupiah di Bank Umum | 3,50% |
| Simpanan Rupiah di BPR | 6,00% |
| Simpanan Valas di Bank Umum | 2,00% |
Data TBP ini berdasarkan publikasi resmi LPS (lps.go.id) dan dapat berubah setiap periode evaluasi sesuai kebijakan Dewan Komisioner LPS.
Artinya begini: jika bunga tabungan yang diterima melebihi 3,50% per tahun di bank umum (termasuk bank digital), maka simpanan tersebut secara teknis tidak dijamin LPS apabila bank mengalami masalah.
Lalu, bagaimana dengan bank digital yang menawarkan bunga 6% atau lebih?
Bunga di atas TBP memang tetap bisa dinikmati — hasilnya tetap masuk ke rekening setiap hari atau bulan. Tapi, perlindungan LPS hanya berlaku jika bank tersebut gagal bayar atau dicabut izinnya, dan hanya untuk simpanan dengan bunga di bawah TBP.
Strategi paling aman: simpan dana darurat di produk tabungan dengan bunga di bawah 3,50%. Untuk dana “extra” yang siap ditanggung risikonya, boleh ditempatkan di produk bunga tinggi — tapi dengan kesadaran penuh soal batas jaminan ini.
Maksimal penjaminan LPS sendiri adalah Rp2 miliar per nasabah per bank.
Pajak Bunga Tabungan: Hal yang Sering Dilupakan
Satu hal yang jarang dibahas: keuntungan bunga tabungan belum tentu “bersih” masuk kantong.
Sesuai regulasi perpajakan di Indonesia, bunga tabungan dan deposito dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 20% untuk nasabah dengan total saldo di atas Rp7,5 juta. Pajak ini dipotong langsung oleh bank.
Jadi, jika bunga tabungan 6% per tahun, maka setelah pajak, imbal hasil efektif yang diterima hanya sekitar 4,8%. Angka ini tetap jauh lebih baik dibanding bank konvensional, tapi penting untuk menghitung net return — bukan hanya tergiur angka bunga bruto.
Tips Memaksimalkan Bunga Tabungan Digital

Sekadar buka rekening bank digital saja belum cukup. Ada beberapa strategi yang bisa diterapkan agar hasilnya benar-benar optimal.
1. Manfaatkan fitur kantong atau pocket
Bank Jago punya fitur “Kantong Terkunci” dengan bunga lebih tinggi dari tabungan biasa. SeaBank juga punya fitur serupa. Pisahkan dana sesuai tujuan — dana darurat, tabungan liburan, atau dana investasi — di kantong berbeda dengan bunga berbeda.
2. Pantau promo bunga booster
BNC dan SeaBank rutin mengadakan program kupon bunga tambahan untuk nasabah aktif. Beberapa bank digital juga memberikan bunga spesial untuk pengguna baru selama 3–6 bulan pertama. Manfaatkan, tapi catat kapan periode promo berakhir.
3. Diversifikasi ke 2–3 bank digital
Strategi ini sah dan legal. Dengan membagi dana di beberapa bank digital, selain mengejar bunga promo terbaik dari masing-masing platform, perlindungan LPS juga berlaku per bank — jadi total jaminan bisa berlipat.
4. Gunakan deposito digital untuk dana menganggur
Jika ada dana yang tidak akan dipakai dalam 1–3 bulan ke depan, deposito digital biasanya menawarkan bunga lebih tinggi dibanding tabungan reguler. Motion Banking misalnya, menawarkan deposito hingga 7,5% per tahun untuk tenor tertentu.
5. Aktifkan fitur auto-save
Menabung otomatis setiap bulan — meski nominalnya kecil — membantu membangun kebiasaan finansial sehat sekaligus memenuhi syarat bunga tertinggi di beberapa bank digital yang mensyaratkan konsistensi setoran.
Hal yang Wajib Dicek Sebelum Buka Rekening Digital
Sebelum tergiur bunga tinggi, pastikan beberapa hal berikut sudah dicek:
- Izin OJK — pastikan bank digital tersebut terdaftar dan bisa diverifikasi di website resmi OJK (ojk.go.id)
- Status peserta LPS — cek di lps.go.id apakah bank tersebut termasuk peserta penjaminan
- Syarat bunga tertinggi — beberapa bank mensyaratkan saldo minimum atau tidak boleh ada penarikan selama periode tertentu
- Keamanan aplikasi — pastikan mendukung verifikasi biometrik, OTP, dan two-factor authentication
- Akses tarik tunai — periksa apakah tersedia kartu debit fisik dan jaringan ATM (Prima, Alto, ATM Bersama) jika sewaktu-waktu butuh uang tunai
Penutup
Menabung di bank digital dengan bunga tinggi bukan sekadar ikut tren — tapi langkah strategis melawan inflasi dan memaksimalkan dana yang selama ini “tidur” di rekening konvensional.
Yang terpenting, selalu pastikan bank digital pilihan sudah diawasi OJK, terdaftar di LPS, dan pahami batas Tingkat Bunga Penjaminan sebelum menempatkan dana dalam jumlah besar. Semoga artikel ini membantu menemukan tabungan digital yang paling sesuai kebutuhan — selamat menabung dan semoga rezekinya makin berkah.